Kedudukan Anak dalam Al-Qurān

Di dalam Al-Qurān, terdapat banyak penjelasan mengenai kedudukan anak yang berkaitan erat dengan interaksi orangtuanya. Di antaranya: pertama, anak sebagai ataya, żuriyyah; kedua, anak sebagai zīnah; ketiga, anak sebagai fitnah; dan keempat anak sebagai amanah. Berikut penjabaranya: a. Anak sebagai Fiţrah Fiţrah berasal dari kata ر – ط – ف yang memiliki makna: sifat pembawaan

Read More →

Konsep Anak dalam Al-Qurān

Al-Qurān menyebut anak dengan istilah yang beragam sebagaimana halnya ragam sebutan untuk manusia. Sekadar tamsil, untuk menyebut manusia, Al-Qurān terkadang menggunakan istilah al-basyar, an-nās, al-ins, Abdullāh, khalīfatullāh, banī Ādam, dan sebagainya. Beragam istilah ini tentu bukan tanpa maksud. Masing-masing mengandung pengertian yang berbeda sesuai dengan konteksnya (Awaliyah, 2008, hlm. 32). Dalam menyebut istilah anak, Al-Qurān

Read More →

Pesan untuk Orang Tua dalam Menamai Anak-anak Mereka

Ketika anaknya baru lahir, biasanya para orang tua bersegera mencarikan dan memilih nama yang baik untuk anak mereka. Hal ini merupakan tradisi sosial yang telah berlaku sejak dulu. Nama merupakan tanda pengenal pertama yang paling utama bagi seorang anak. Dengan nama, eksistensi anak akan diketahui oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Dengan nama pula seorang anak

Read More →

Memahami 20 Sifat Fitrah Anak

Allah telah menciptakan adanya orang tua dan anak sebagai ketentuan berjalannya regenerasi manusia di dunia ini. Penciptaan orang tua yang di kemudian hari melahirkan anak-pinak, masing-masing diberi fitrah (sifat permanen bawaan). Fitrah yang masing-masing saling isi-mengisi ini berfungsi menciptakan keharmonisan pergaulan hidup di dunia ini. Sifat fitrah orang tua tidaklah bertentangan secara diametral dengan sifat

Read More →

Antara Amirul Mukminin Umar ‘Ibn Khaţţab ‘Ibn Khaţţab dengan Sha’sha’ah, Seorang Anak Kecil

Abu Musa telah mengirimkan kepada Umar ‘Ibn Khaţţab ra. dari Iraq uang sejumlah sejuta Dirham sebagai pembayaran harta zakat, tatkala kiriman itu sampai kepada Amirul Mukminin dia segera membagikannya kepada orang banyak, kemudian harta itu masih bersisa sehingga orang-orang berbeda pendapat ke mana harta itu akan disalurkan, lalu berdirilah Amirul mukminin Umar ‘Ibn Khaţţab ra.

Read More →

Antara Orang Kaya dengan Anak Kecil di Masjid

Suatu hari ada orang kaya masuk masjid untuk melaksanakan shalat, dia termasuk orang yang shaleh, lalu dia melihat seorang anak kecil yang berumur tidak lebih dari dua belas tahun sedang berdiri mengerjakan shalat dengan khusyu’, melakukan ruku’ dan sujud dengan hening dan tenang, tatkala anak itu selesai dari shalatnya mendekatlah si kaya seraya bertanya kepadanya,

Read More →