Serial Studi AlQuran : Mencari Titik Temu Syi’ah & Sunni

 

 

Semua orang yang melakukan studi AlQuran pasti menemukan bahwa Studi AlQuran satu-satunya studi yang tidak terukur dan tidak akan pernah mengenal selesai. Pernyataan ini bukan saja keluar dari lisan orang yang beragama Islam akan tetapi juga dari orang-orang non muslim yang telah menjadi guru besar ilmu AlQuran di Barat. Mereka meyakini bahwa ilmu AlQuran sangat luas.Bagaimana tidak, AlQuran adalah wahyu ilahi yang diturunkan untuk kepentingan semua umat hingga hari kiamat tiba.

Sekiranya non muslim mengakui keluasan dan kedalaman kandungan alQuran yang studinya tidak pernah mengenal kata akhir, maka sangat penting bagi kaum muslimin untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah yang telah memilih dirinya menjadi hamba yang beriman kepada mukjizat yang abadi dan terpelihara keasliannya dalam segala segi. Allah yang memilih kita menjadi orang yang meraih nikmat iman kepada AlQuran sebagai kitab suci yang senantiasa dibaca tanpa mengenal berhenti, memilik kesamaan bahasa di seluruh dunia meski pembacanya berbeda bahasa, memilki aturan baca yang terpelihara kendatipun turunya pada empatbelas abad silam tanpa rekaman suara; semua muslimin yang mampu membacanya dengan benar pasti memiliki bacaan yang sama kendatipun mereka belajar dari guru yang berbeda di negeri yang berjauhan.

Wahyu yang diterima Rasulullah memiliki aturan baca dan aturan tulisan yang berbeda dengan aturan yang dikenal masyarakat Arab.Baik bacaan ataupun tulisan tetap tersebar dan terpelihara keasliannya karena Allah yang memeliharanya.Sehingga ditemukan bacaannya yang tidak berdasarkan kepada tulisan dan tulisannya pun yang tidak berdasarkan kepada bacaan. Terbukti bacaan AlQuran tidak selalu sama dengan tulisannya. Dan tulisannya tidak selalu sama dengan bacaannya. Bahkan ditemukan ada satu tulisan untuk lebih dari satu bacaan, dan satu bacaan terlihat pada lebih dari satu tulisan.Keduanya merupakan satu kesatuan wahyu yang membuktikan hakikat mukjizat yang terpelihara meski sudah melampaui perjalanan selama empatbelas abad lamanya.

alQuran memiliki aturan baca yang tersebar ke seluruh dunia dipelajari semua umat Islam dengan melihat mushaf yang sama baik bahasa, atau tulisannya. Allah telah memelihara keaslian wahyu yang istimewa ini dengan adanya bacaan dan tulisan yang punya aturan tersendiri dan khusus, berbeda dengan aturan baca dan tulisan yang biasa digunakan dalam kehidupan masyarakat Arab.

Telah ditemukan dalam alQuran banyak bacaan tanpa tulisan dan banyak tulisan tanpa bacaan. Tentu hal tersebut mengandung makna yang sangat mendalam yang perlu digali sebagai bukti bahwa AlQuran mukjizat abadi dalam segala segi. Disamping itu wahyu ini juga menggunakan banyak kata yang sering diartikan dengan satu makna dan mengandung banyak makna yang terlukiskan dalam satu kata. Semua kenyataan ini mendorong penulis untuk menggali makna yang masih tersembunyi dibalik semua itu dengan menuangkannya kedalam buku yang sederhana ini, dengan harapan semoga bermanfaat bagi komunitas pencinta AlQuran di mana saja mereka berada.

Studi ini akan disampaikan dalam beberapa seri, insyaallah. Seri pertama mengambil tema “mencari titik temu syiah-sunni”.

Ketika terdengar kata syiah atau sunni maka yang tersirat di benak sebagian kita adalah tampilan dua kelompok yang berbeda dan berjauhan baik dalam cara ibadah ataupun mu’amalah, dan tidak terbayang apakah mungkin mereka akan bertemu sementara keyakinan kedua kelompok ini juga berbeda?. Dan ternyata perbedaan tersebut lahirnya dari berita atau sejarah produk manusia. Mungkinkah mereka dapat bertemu jika berada dalam berita yang mereka yakini bersama yaitu kisah yang terdapat dalam AlQuran?

Mengapa tema ini didahulukan dalam studi AlQuran ini?

Untuk meningkatkan keyakinan tentan mukjizat kisah dalam AlQuran sangat diperlukan bukti-bukti kelemahan sejarah karya manusia. Kebenaran berita dari Allah diketahui dengan memerhatikan sifat-sifatnya yang pasti dan ketidakjelasan berita dari manusia dapat diktetahui dengan melihat sifat-sifatnya yang serba tidak pasti.

Dengan kata lain mari kita buktikan dulu berita yang lemah maka akan semakin jelaslah berita yang kuat. Itulah konsep kalimat tauhid “ tiada tuhan selain Allah” . jika diterapkan dalam berita maka dapat kita katakan “tiada berita yang pasti benar selain berita dari Allah”.

Jadi, sasaran dari terbitnya seri pertama ini antara lain membuktikan kebenaran kisah-kisah dalam AlQuran sebagai mukjizat abadi yang aman dari pengaruh sejarah produk manusia, yang dengan ini diharapkan para pemerhati sejarah dapat bertemu dalam kisah-kisah AlQuran yang pada gilirannya diharapkan pula agar kesibukan kaum muslimin dengan studi kisah dalam AlQuran (yang manfaatnya tidak terbatas) melebihi kesibukan mereka dengan studi sejarah karya manusia (yang manfaatnya sangat terbatas).

Seri kedua insyaallah akan membahas etika menerjemahkan AlQuran. Hal ini perlu dilakukan sehubungan dengan banyaknya terjemahan yang dipandang sebagai kitab suci padahal terjemahan alQuran adalah produk manusia yang tidak lepas dari sifat manusia, sedang AlQuran adalah wahyu ilahi yang memiliki sifat kesucian. Dengan buku ini akan dapat diketahui perbedaan yang sangat jauh dan jelas antara hakikat AlQuran dengan hakikat terjemahnya.

Ini adalah satu titik dari studi alQuran Komprehensif yang insyaallah akan dilanjutkan pada seri-seri berikutnya sesuai kemampuan, dengan berkeyakinan bahwa kajian ini tidak akan selesai karena luas lautan ilmu AlQuran.

Penulis terpanggil untuk berupaya menyampaikan kepada sesama hamba apa yang Allah amanatkan dari AlQuran, dengan penuh harap semoga menjadi bekal bagi kehidupan mendatang. Dan semoga bermanfaat bagi sesama aktivis da’wah dan pendidikan hingga Allah pertemukan pada hari kiamat di hadapan-Nya dibawah naungan dan rahmatNya.Amiin.

Endorse

"Jika kita menyikapi urusan dengan hati yang bersih, pikiran jernih, keilmuan yang benar, luas dan mendalam disertai informasi yang BAL -Benar, Akurat, Lengkap. InsyaAllah kita akan mengambil sikap yang tepat dan bijak, semoga hadirnya buku ini menambah pengetahuan dan wawasan kita sehingga semakin tepat dalam menyikapi persoalan ini. Wallahu. A'lam. (KH. Abdullah Gymnastiar}.

"Mencerahkan !. Itu yang terbersit dalam fikiran saya saat membaca buku ini. Dengan bahasa yang lugas mudah dicerna, Dr. Saiful Islam sebagai akademisi telah sukses memberikan pencerahan tentang persoalan pelik 'relasi sunnah-syiah' yang tidak mudah untuk dijelaskan. Buku ini sangat memberikan pencerahan bagi pencari kebenaran.." (Dr. Aam Amiruddin, M.Si - Cendikiawan Muslim, Penyusun Terjemahan Kontenporer Al-Qur'an).

 

 

Price: Rp.120.000,00

Shipping:Rp.0,00

Loading Updating cart...