ahlussunnah waljama'ah

Ahlussunnah Wal Jama’ah, Siapakah Mereka?

Istilah ahlussunnah wal jama’ah sangat populer di tengah masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). NU adalah organisasi massa yang memiliki pengikut yang besar di tanah air Republik Indonesia. Kendatipun istilah ini diambil dari ungkapan Rasul dan atsarshahabi, namun menurut pandangan sebagian  masyarakat  bahwa selain dari warga NU bukan ahlussunnah wal jama’ah.  Mereka berkata bahwa ahlussunnah wal jamaah adalah orang-orang yang suka Kunut, Tahlilan, Shalawat dan Marhabaan. Bahkan pernah terdengar dari antara mereka ada yang berkata: kita adalah jamaah KTSM. Boleh jadi perkataan ini bagi sebagian anggot NU tidak diterima.

Siapa ahlussunnah wal jamaah yang sebenarnya?

 

Pembahasan:

 

عن يحيى بن عبد الله بن الحسن عن أبيه قال كان علي يخطب فقام إليه رجل فقال يا أمير المؤمنين  أخبرني من أهل الجماعة ومن أهل الفرقة ومن أهل السنة ومن أهل البدعة فقال ويحك أما إذ سألتني فافهم عني ولا عليك أن لا تسأل عنها أحدا بعدي فأما أهل الجماعة فأنا ومن اتبعني وإن قلوا وذلك الحق عن أمر الله وأمر رسوله فأما أهل الفرقة فالمخالفون لي ومن اتبعني وإن كثروا وأما أهل السنة المتمسكون بما سنه الله لهم ورسوله وإن قلوا وإن قلوا وأما أهل البدعة فالمخالفون لأمر الله ولكتابه ورسوله والعاملون برأيهم وأهوائهم وإن كثروا [1]

Dari Yahya bin Abdullah bin al Hasan dari ayahnya, ia berkata: adalah Ali berkhutbah, maka berdirilah seorang laki-laki dan berkata: hai amirul mukminin jelaskan kepadaku tentang ahli Jamaah, ahli firqah, ahlussunnah, dan ahli bid’ah. Maka Ali berkata: ya, bila kamu bertanya padaku maka pahamilah dariku, dan tidak perlu kamu tanyakan kepada siapa pun setelah aku.

  • Ahlu Jamaah adalah aku dan orang yang mengikuti aku walalaupun sedikit. Dan itulah yang benar (alhaq) dari Allah dan Rasul-Nya.
  • Ahli firqah adalah orang-orang yang menyalahi aku dan pengikutku sekalipun mereka banyak.
  • Ahlussunnah adalah orang-orang yang berpegang kepada ajaran yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya walaupun jumlah mereka sedikit, walaupun sedikit.
  • Ahli bid’ah adalah orang-orang yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya serta beramal menurut pola berpikir dan selera mereka walaupun mereka banyak.

 

Pelajaran dari atsar shahabi di atas:

  1. Istilah ahlussunnah wal jamaah telah dikenal sejak generasi pertama
  2. lawan dari ahlussunnah adalah ahlul bid’ah
  3. lawan ahlul jamaah adalah ahlul furqah
  4. lawan ahlussunnah wal jamaah adalah ahlul bid’ah wal furqah
  5. keempat istilah diatas yaitu sunnah, bid’ah, jamaah dan furqah menjadi masalah yang telah ditanyakan sejak zaman shahabat
  6. penamaan ahlussunnah untuk satu organisasi tidak selalu identik dengan ahlussunnah dalam sejarah Islam.

 

Dari ungkapan diatas dapat diketahui bahwa istilah ahlussunnah wal jamaah telah dikenal sejak abad pertama dan generasi pertama dan para pengikutnya tersebar ke seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jejak para shahabat Nabi yang berpegang kepada ajaran Allah dan Rasulnya, sekalipun jumlah mereka pada waktu itu hanya sedikit. Sedang orang yang tidak berpegang kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya  disebut ahlul bid’ah wal furqah.  Dan NU adalah satu organisasi yang lahir pada abad 14 hijriyah dan hanya tersebar di tanah air Indonesia. Karena itu dapat dipahami bahwa makna ahlussunnah wal jamaah menurut sejarah tidak ada kaitannya dengan makna ahlussunnah wal jamaah yang hanya terbatas pada kelompol tertemtu atau organiasi tertenut separti  NU dan tidak pula dengan masalah KTSM (kunut, tahlilan, shalawat dan marhaba). Sebab istilah ahlussunnah wal jamaah yang diungkapkan shahabat Nabi yaitu Ali ra merupakan pegangan semua umat Islam di dunia yang mesti diperjuangkan oleh semua oranganisasi Islam, baik organisasi Islam nasional seperti NU, Muhammadiyah, Persis, atau organisasi Islam Internasional seperti jamaah tabligh, jamaat Islamiyah, jamaah Ikhwanul Muslimin dan sebagainya. Bila ditemukan satu  kelompok yang menamakan diri sebagai ahlussunnah wal jamaah, lalu dtiemukan pada kelmpok tersebut penyimpangan dari ajaran Islam, maka penyimpangan tersebut tidak ada kaitannya dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah akan tetapi penyimpanagan tersebut muncul akibat kelalaian atau kejahilan terhadap Islam.

[1]  كنز العمال  ص  44216