AlQurān Sahabat Setia Orang Kaya

Oleh: KH. Dr. Saiful Islam Mubarak, Lc
Setiap orang kaya berharap agar kekayaannya terus bertambah. Sebaiknya, mereka was-was jika kekayaan yang telah didapatkannya itu berkurang bahkan menghilang. Oleh karena itu, mereka mati-matian menyelamatkannya, dengan berbagai cara. Akan tetapi, mereka kadang-kadang tidak menemukan tempat yang aman untuk menyimpan hartanya, karena bank saja menurut mereka acap kali terkena likuidasi atau devaluasi. Akhirnya, mereka terus dihantui kegelishan demi kegelisahan.
Ketika menjalin persahabatan pun orang kaya acap kali kebingungan dan terlalau berhati-hati karena sering kejadian, seseorang mau bersahabat jika disana ada keuntungan. Bahkan sering terjadi sahabat menjadi musuh hanya karena masalah uang. Lalu, siapakah sahabat yang pasti menjamin memelihara kekayaan anda, dari tulus menjadi teman ? Dia adalah AlQurān.
Sebagai sahabat setia, AlQurān tidak akan membiarkan orang kaya larut dalam kegelisahan. Untuk itu, dia memberikan tips menyelamatkan harta; menitipkan kekayaan pada lembaga yang dikelola oleh amilin yang amanah yang diangkat langsung oleh Allag Swt;
“Perumpamaan (infak yang dikelurkan oleh) orang-orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allāh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir : 100 biji. Allāh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan AllāhMahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah [2]: 261)
Titipkan harta anda di bank fisabillah, harta anda pasti akan aman selamanya, bahkan keuntungan tidak akan berhenti mengalir perhitungan keuntungan bukan dari nominal melainkan kelibatan yang tidak terhingga hasil perjuangan dan keikhlasannya.
Di antara orang kaya acapkali terjadi persaingan yang tidak sehat akibat berbagai desakan sehingga berani menghalalkan segala cara, yang kesananya menimbulhan benih-benih konflik dan permusuhan. Akhirnya, kesuksesan yang mereka raih bukan menambah kesejahteraan, melainkan kegelisahan dan ketakutan karena bertambahnya musuh.
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang dia menghadap kepadanya. Maka berlombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allāh akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesunggunya, Allāh maha kuasa atas segala sesuatu.” ( Al-Baqarah [2]: 148)
Ayat tersebut menjelaskan pentingnya bersaing dan persaingan yang menjamin kesuksesan adalah persaingan untuk Allāh. Allāh yang Maha Adil akan menilai persaingan tersebut dan akan mengumumkan pemenangnya pada pengumumunnya nanti mereka semua akan ditanya tentang semuaa kenikmatan dunia yang pernah mereka dapatkan dan cara mengelolanya.
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” ( At-Takatsur [102]: 8 )
Apa yang harus dilakukan orang kaya agar kekayaan bisa dinikmati dan tidak menipu dalam arena persaingan ini? AlQurān memberikan solusi,
“Sesungguhnya, kehidupan di dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman dan bertaqwa, Allāh akan memberikan pahala kepada mu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. Jika Dia meminta haarta kepadamu lalau mendesak kamu (supaya memberikan semuannya) niscaya ka,u akan kikir. Dan Dia akan menampakan kedengkianmu. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang di ajak untuk meninfaqkan (hartamu) di jalan Allāh maka, diantara kamu ada orang yang kikir, dan ssiapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Allāh-lah yang Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan-(Nya),. Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (Muhammad [47]: 36-38)
Dengan bimbingan AlQurān orang yang diamanahi kekeyaan, akan semakin yakin bahwa dirinya akan dimintai pertangungjawaban tentang amanah tersebut oleh karena itu, dia tidak akan melewatkan malam-malam berlalu tanpa dibanijiri air mata, menafakuri ayat-ayat ilahi bersujud dengan khusuk sambil merintih.
Ya Allāh, sungguh banyak karunia yang engkau beerikan kepada ku. Ya Allāh, kini aku menyadari tidak ada kenikmatan yang engkau curahkan di dunia ini kpada seorang hamba-Mu melainkan semua itu amanah akan dipertanggungjawabkan-nya nanti diakhirat. Karena iu betapa berat tanggung jawabku ini.
Ya Allāh, berilah aku kenikmatan berjuang dengan harta yang Engkau amanahkan kepada ku. Janganlah Engkau biarkan aku kikir karena aku menyadari bahwa harta ini diinfakkan dijalan-Mu atau pun tidak pasti akan pergi dari ku pertemukanlah akan nanti di surga dengan semua hamba yang bertaqwa (Vn).

Leave a Reply