AlQurān Sahabat Setia Orang Miskin

Di masyarakat kita biasanya orang miskin dipandang sebagai golongan yang strata sosialnya rendah sehingga terkadang mereka susah bergaul kecuali dengan orang yang sama secara sosial. Dan oleh karena itu, wajar jika mereka sering berangan angan, “Kapan saya akan hidup seperti orang kaya ?! Tinggal dirumah yang mewah, makanan yang serba enak, dan fasilitas hidup yang serba lux?.” Fenomena tidak sedap ini menunjukan ketidakaadilan social dan budaya.
Sebagai sahabat setia, AlQurān tidak akan membiarkan orang miskin terus meerus dalam penderitaan. Ia akan menghiburnya dengan mengajak mereka ke alam yang penuh keindahan; mengajak mereka menuju tempat yang sangat tinggi dan terhormat serta menikmati gedung yang lebih luas dan lebih megah dibandingkan gedung-gedung yang pernah dibayangkannya,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dosediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Ali ‘Imran [3]: 133)

Ketika orang miskin berangan-angan ingin menyantap makanan yang lezat, minuman yang segar, dan pasilitas hidup enak lainnya, sementara itu dia melihat orang kafir sedang menikmatinya, AlQurān setia menasihati agar tidak tergiur dengan kenikmatan sesaat yang tengah dinikmati orang kafir karena Allāh telah menyediakan kenikmatan hidup yang jauh lebih nikmat dan abadi.

“Jangan kamu sekali-kali terpedaya oleh kebahagian orang kafir bergerak diseluruh negri. Itu hanyalah kemenangan sementara kemudian tempat tinggal mereka adalah jahanam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat tinggal.” (Ali ‘Imran [3]: 196-170)

Dengan tugas AlQurān mengingatkan, janganlah anda tergiur dengan kesenangan duniawi yang sesaat sehingga melupakan kesenangan abadi dan janganlah anda terpesona dengan kenikmatan sedikit sehingga melupakan kenikmatan yang tak terhingga. Al Qurān dengan rinci menjelaskan kenikmatan yang hakiki, kebahagian yang abadi, dan kesenangan yang tidak akan pernah berhenti mengalir.

“Wahai hamba-hamba-Ku tiada kekhawatiran terhadap kalian pada hari ini dan tidak pula kalian bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kalian ke dalam surga, kalian dan istri-istri kalian digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kalian kekal di dalamnya. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untuk kalian yang sebgaiannya kamu makan. (Az Zukhruf [43]: 68-73)

Dengan keyakinan bahwa kenikmatan dunia hanyalah fana, seorang hamba menghadap dan bermunajat kepada yang Maha Pemurah pada waktu orang-orang sedang berbuai mimpi.
Ya Allāh, semua kenikmatan yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu adalah amanah. Semakin banyak kenikmatan yang Engkau berikan kepada ku maka semakin berat pula tanggung jawabku dihadapan-Mu.
Karena itu, ya Allāh janganlah Engkau bebankan kepadaku amanah yang kiranya aku tidak mampu memikulnya. Karena, apalah artinya banyak harta jika harta tersebut membuat aku semakin jauh dari-Mu. Apakah ruginya dengan kekurangan harta kalau kekurangan itu ternyata membuat aku semakain dekat dengan-Mu.
Jangan Engkau biarkan aku menjadi orang yang terjebak dengan kenikmatan sesaat dan melupakan kenikmatan abadi.
Ya Allāh, jadikanlah akau sebagaii hamba yang mensyukuri nikmat-Mu dan ridho dengan yang telah Engkau tetapkan bagiku. Tanamkanlah, ya Allāh, ke dalam hatiku kerinduan akan kenimmatan abadi dari-Mu amin (vn).

Leave a Reply