Surat Ali Imran ayat 64 “Ahli Kitab”

 …Sungguh banyak orang yang terjebak dengan cerita lama yang mengakibatkan mereka saling mencurigai satu sama lain. Mereka meyakini bahwa Allah satu-satunya Yang menciptakan alam semesta dengan kekuasaanNya.Karena itu tiada solusi yang pasti selain yang datang dari Yang Mahakuasa dan tiada cerita yang pasti benar selain kisah yang terdapat dalam kitab suci.Namun mereka banyak yang tidak menyadari dan tidak mengerti.Sungguh kondisi mereka menunggu solusi untuk dapat bersatu.

 

 

 

 

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [QS.Ali Imran (3):64]

Pelajaran dari ayat:

–    Katakanlah, perintah ditujukan kepada setiap pembaca AlQuran secara perorangan agar berkata yang bermakna bagi kepentingan umat.

–    tampil dihadapan ahlul kitab yaitu pemegang kitab suci yang kendatipun dalam beberapa hal terdapat perbedaan dengan alQuran namun diturunkan untuk tujuan yang sama karena datang dari sumber yang sama. Jika orang berbeda kitab perlu diajak untuk bertemu, maka para pemegang kitab yang sama meski ditemukan banyak perbedaan dalam penafsiran, maka mereka tentu lebih utama untuk diajak bertemu.

Tampil dihadapan mereka tanpa ragu untuk mengajak mereka agar bersatu dengan mengedepankan hal yang sama. Terutama jika dapat bertemu dengan kitab yang sama. Namun dalam hal ini diperlukan bagi masing-masing untuk saling pengertian agar tidak membawa perbedaan.

–    Yaitu tidak menyembah selain hanya kepada Allah, semua pihak sudah menyatakan tiada tuhan selain Allah, tapi mengapa banyak perbedaan? Tentu perbedaan tersebut hanyalah berupa penafsiran yang muncul dari pemikiran manusia. Dan secara umum tafsir adalah bukan kitab suci akan tetapi produk manusia yang mungkin diterima dan ditolak.

  Tidak menyekutukan Allah, inilah langkah yang mesti diperjuangkan bersama untuk membersihkan aqidah setiap hamba. Pernyataan kalimah tauhid sudah mengandung penghapusan kalimah syirik, namun demikian Allah tegaskan dalam ayat ini karena terbukti saat banya ditemukan orang yang rajin mengucapkan kalimah tauhid akan tetapi pada saat yang sama mereka mengerjakan perbuatan yang dapat menghapuskan ketauhidan

Masih penekanan pentinngnya memelihara ketauhidan yang dalamm perjalalan banyak mengalami gangguan antara lain menganggap orang-orang tertentu memiliki kedudukan hingga mencapai kedudukan tuhan meski tidak disebut tuhan.

Kita hanya diperintah melaksanakan seruan tanpa bertanggung jawab tentang hasilnya. Hingga jika yang diajak itu tidak merespon saasekali maka cukuplah dengan memperkenalkan diri sebagai muslim sesuai apa yang kita pahami dari AlQuran dan Sunnah.

Sungguh banyak orang yang terjebak dengan cerita lama yang mengakibatkan mereka saling mencurigai satu sama lain.

Mereka meyakini bahwa Allah satu-satunya Yang menciptakan alam semesta dengan kekuasaanNya.Karena itu tiada solusi yang pasti selain yang datang dari Yang Mahakuasa dan tiada cerita yang pasti benar selain kisah yang terdapat dalam kitab suci.Namun mereka banyak yang tidak menyadari dan tidak mengerti.Sungguh kondisi mereka menunggu solusi untuk dapat bersatu.

 

 

Leave a Reply